Majalengka, Tanah Agropolitan

Ku goreskan pena pada selembar suci
Tinggalkan jejak tinta dalam serangkai harapan
Asa bergelayut dalam setiap gelembung mimpi
Tertulis cita tinggi tuk Majalengka agropolitan

Ku amati wajah tanahku berevolusi
Si pencakar langit satu per satu lahir disini
Wajahnya kusam ternodai asap industri
Pemuda desa migrasi tinggalkan ladang pertiwi

Ibu pertiwi merintih dalam setiap sujudNya
Harta di pangkuannya lenyap tergerus eksploitasi
Dirampas khalifah biadab tak bernurani
Tertunduk lesu dalam potret pasrah tak berdaya

Ingin ku lukiskan gores senyum di wajah pertiwi
Lewat gores konsep agropolitan yang ku mimpikan
Majalengkaku metropolitan berbasis pertanian terintegrasi
Ranah industri tanpa tumpahan darah di atas badannya

Sekalipun Majalengka berwajah metropolitan,
Jangan kau rombak desaku menjadi kota jalang tak berpohon
Jangan kau biarkan ternakku mati kelaparan
Jangan kau racuni ikan-ikanku dengan limbah industri kehitaman

Majalengkaku, tanah agropolitan
Basis pertanian potensi tinggi untuk Majalengka REMAJA

Dalam rangka HUT Ke-526 Majalengka aku bermimpi lewat bait-bait puisi
Fitri Kinasih Husnul Khotimah,

2 Juni 2016